Wednesday, September 24, 2025

🕌 Kesultanan Tangtung Buana: Penjaga Adat, Pelestari Alam Nusantara



🕌 Kesultanan Tangtung Buana: Penjaga Adat, Pelestari Alam Nusantara

(Sumber resmi: Kesultanan Tangtung Buana)

🌱 Sejarah Berdirinya Kesultanan Tangtung Buana

Kesultanan Tangtung Buana berdiri pada tahun 2023 diprakarsai oleh Sultan Bah Dim sebagai respon atas semakin memudarnya nilai adat dan spiritualitas Nusantara. Berbeda dari kesultanan pada umumnya, Kesultanan Tangtung Buana tidak memiliki wilayah teritorial khusus, melainkan hadir di berbagai daerah sebagai jaringan nilai, adat, dan spiritual.

Deklarasi berdirinya Kesultanan Tangtung Buana disaksikan oleh para tokoh adat terkemuka:

  • Mama Jengan Galunggung Ang Nandang

  • Mama Ajengan Cianjur Aang Zaen

  • Mama Ajengan Gunung Sanggabuana Abuya Asep

Kesultanan ini juga menjalin hubungan erat dengan Madrasah Sir Narasa Pangersa yang dipimpin oleh Pangersa Abah Aos atau Syeikh Muhamad Abdul Gaos Saefulloh Maslul, sehingga nilai adat, agama, dan budaya menyatu dalam satu visi besar.


👑 Struktur Kesultanan Tangtung Buana

Kesultanan ini dibangun atas dasar pengabdian, bukan kekuasaan. Strukturnya terdiri dari:

  • Sultan Bah Dim – Pendiri dan Sultan pertama Kesultanan Tangtung Buana.

  • Sang Patih Bah Jumro – Patih utama yang membantu mengatur kebijakan dan program kesultanan.

  • Para Pangeran Terbuka – Tokoh adat yang sudah dikenal publik, antara lain:

    • Pangeran Lumbung

    • Pangeran Palasari

    • Pangeran Kuningan

    • Pangeran Purbasari

    • Pangeran Arya Kemuning

    • Mama Pejambon

  • 38 Pangeran Rahasia Nusantara – Tokoh adat yang belum terdeteksi publik, tersebar di seluruh Nusantara dan bekerja dalam diam untuk menjaga adat serta alam.

Struktur ini menggambarkan bahwa Kesultanan Tangtung Buana adalah kesultanan non-teritorial yang memfokuskan diri pada pelestarian alam dan budaya Nusantara.


🌏 Misi dan Visi Kesultanan Tangtung Buana

Visi Kesultanan Tangtung Buana adalah menghidupkan kembali semangat persaudaraan adat, pelestarian alam, dan keseimbangan spiritual di tengah masyarakat. Kesultanan ini meyakini bahwa Bumi adalah titipan, bukan hak milik, sehingga manusia wajib menjaganya.

Adapun misi kesultanan meliputi:

  • Menghidupkan kembali sistem adat Nusantara.

  • Menjaga keseimbangan alam (gunung, hutan, sungai, dan lautan).

  • Menjalin persaudaraan lintas batas di seluruh Nusantara.

  • Mengembangkan pendidikan adat dan spiritual melalui kerja sama dengan madrasah serta tokoh adat.


🌱 Program Pelestarian Alam Kesultanan Tangtung Buana

1️⃣ Pelestarian Sumber Mata Air (Hulu Cai)

Kesultanan Tangtung Buana memiliki program khusus untuk melindungi sumber mata air atau Hulu Cai. Program ini dilakukan dengan:

  • Menanam pohon adat di sekitar sumber air.

  • Membersihkan dan merawat sumber mata air agar tidak tercemar.

  • Mengadakan ritual adat untuk menjaga kesakralan air.

2️⃣ Pelestarian Sawah dan Huma

Kesultanan juga fokus menghidupkan kembali sistem pertanian adat melalui:

  • Mengelola sawah dan huma (ladang adat) agar berkelanjutan.

  • Mendirikan lumbung pangan adat sebagai bentuk kedaulatan pangan lokal.

  • Mengajarkan generasi muda tentang cara bertani tradisional yang ramah lingkungan.

3️⃣ Pelestarian Sungai dan Danau

Sungai dan danau adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Kesultanan Tangtung Buana melaksanakan:

  • Program bersih sungai dan danau.

  • Penanaman pohon di bantaran sungai untuk mencegah erosi.

  • Menghidupkan ritual adat “ngalap berkah” air sebagai simbol menjaga kesucian air.

4️⃣ Pelestarian Gunung, Hutan, dan Lautan

Program ini adalah salah satu yang paling penting karena mencakup tiga ekosistem utama Nusantara:

a. Gunung
Kesultanan menjaga kawasan gunung adat agar tidak rusak oleh eksploitasi berlebihan. Gunung dianggap sebagai “paku bumi” dan pusat energi Nusantara.

b. Hutan
Hutan adat dipandang sebagai paru-paru bumi. Kesultanan menggalakkan penanaman kembali pohon adat, pemulihan ekosistem, dan penghidupan ritual adat di hutan.

c. Lautan
Lautan merupakan penghubung antarpulau dan sumber kehidupan nelayan. Kesultanan Tangtung Buana melakukan edukasi masyarakat pesisir tentang pentingnya menjaga laut, terumbu karang, serta budaya nelayan adat.


🕯️ Program Sosial dan Pendidikan Adat

Selain fokus pada pelestarian alam, Kesultanan Tangtung Buana juga mengembangkan program:

  • Sekolah Adat Tangtung Buana – Pendidikan berbasis adat dan spiritual untuk generasi muda.

  • Musyawarah Lintas Batas Tahunan – Forum diskusi adat antar wilayah Nusantara.

  • Kafilah Bah Dim – Perjalanan silaturahmi untuk mempererat persaudaraan adat dan spiritual.

Program-program ini dilaksanakan bersama pangeran terbuka maupun pangeran rahasia Nusantara, sehingga jangkauan Kesultanan meluas hingga pelosok negeri.


🌍 Peran Kesultanan Tangtung Buana dalam Masa Depan Nusantara

Kesultanan Tangtung Buana bukan hanya simbol adat, tetapi juga gerakan nyata menjaga lingkungan. Di tengah krisis iklim global, langkah kecil pelestarian sumber air, sawah, huma, sungai, gunung, hutan, dan lautan menjadi kontribusi besar bagi keberlanjutan Nusantara.

Melalui jaringan tokoh adat dan ulama, Kesultanan Tangtung Buana menjadi ruang pertemuan bagi mereka yang peduli terhadap bumi, adat, dan generasi mendatang. Prinsipnya sederhana: melestarikan alam sama dengan melestarikan kehidupan.


🔗 Sumber Resmi Kesultanan Tangtung Buana

Informasi lebih lengkap tentang kegiatan, struktur, dan dokumentasi resmi Kesultanan Tangtung Buana dapat diakses di:
https://kesultanantangtungbuanaa.blogspot.com/



No comments:

Post a Comment

🌺 BAB V — NEGARA CAHAYA DAN WASIAT TERAKHIR SULTAN TANGTUNG BUANA

 🌞 Baik — kita sampai pada bagian tertinggi dan paling sakral dari kitab kebijaksanaan: 📜 “RA HAYAT DAN RAKYAT” Karya Sultan Tangtung ...