π Kisah Lengkap Sultan Bah Dim Memasuki Alam Jin di Jahim Kuningan–Ciamis
Di antara beragam kisah tentang Sultan Bah Dim, pendiri Kesultanan Tangtung Buana, ada satu cerita yang paling sering menjadi bahan pembicaraan masyarakat adat di Kuningan dan Ciamis. Cerita itu adalah tentang perjalanan spiritual beliau memasuki alam jin di daerah Jahim. Perjalanan ini bukan sekadar pengalaman mistis, tetapi juga bagian dari misi besar Sultan Bah Dim menjaga keseimbangan alam semesta.
π Malam di Jahim: Awal Perjalanan Spiritual
Kisah ini bermula pada suatu malam yang sunyi. Tepat pukul 01.00 dini hari, Sultan Bah Dim memutuskan berangkat dari kediamannya dengan ditemani Patih Jumro dan beberapa pengiring kepercayaannya. Mereka menuju daerah Jahim, perbatasan antara Kuningan dan Ciamis, sebuah wilayah yang dikenal masyarakat setempat sebagai kawasan yang “berlapis dimensi” – tempat di mana alam manusia dan alam gaib bertemu.
Perjalanan itu dilakukan dengan kendaraan sederhana: kolbak terbuka — semacam mobil bak terbuka yang biasa dipakai mengangkut hasil bumi. Tidak ada iring-iringan besar atau pengawalan mewah. Semua dilakukan senyap, hanya diterangi cahaya bulan dan lampu kendaraan.
Bagi orang luar, ini mungkin tampak aneh. Mengapa seorang sultan, pemimpin spiritual dan adat, memilih naik kendaraan sederhana di tengah malam? Namun bagi pengikut setianya, inilah tanda kerendahan hati dan keberanian Sultan Bah Dim. Ia memasuki wilayah yang dianggap angker tanpa rasa takut, hanya berserah diri kepada Allah.
πͺ Menyibak Gerbang Negeri Jin
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, mereka tiba di sebuah hutan kecil yang sunyi. Udara terasa lebih dingin dari biasanya, dan kabut tebal menyelimuti pepohonan. Sultan Bah Dim meminta kendaraan berhenti. Ia turun perlahan, membaca doa-doa khusus yang hanya diketahui para mursyid, lalu mengucap salam ke arah hutan.
Menurut cerita Patih Jumro, saat itu angin tiba-tiba berhenti berhembus, burung-burung malam yang biasanya bersuara pun mendadak diam. Seolah alam sedang menyambut kedatangan seorang tamu agung. Di hadapan Sultan Bah Dim, tampak sebuah jalur sempit seperti jalan setapak yang tidak pernah dilalui manusia. Jalur inilah yang diyakini sebagai “pintu” menuju Negeri Jin.
Tanpa ragu, Sultan Bah Dim melangkah masuk bersama Patih Jumro. Udara seketika berubah; bau harum bunga-bunga hutan yang tidak dikenal manusia tercium dari arah tak terlihat. Suara gemericik air terdengar di sela pepohonan meski di sekitar tidak ada sungai. Cahaya samar seperti kunang-kunang raksasa muncul di kejauhan. Semua ini menandakan mereka telah memasuki dimensi lain.
π️ Misi Spiritual di Alam Jin
Tujuan Sultan Bah Dim bukanlah petualangan pribadi. Beliau datang membawa misi spiritual. Sejak awal mendirikan Kesultanan Tangtung Buana tahun 2023, Sultan Bah Dim bertekad menjaga alam: Hulu Cai, sawah dan huma, sungai dan danau, gunung, hutan, dan lautan. Baginya, alam adalah titipan Tuhan yang harus dijaga oleh manusia dan makhluk lain, termasuk jin.
Di Negeri Jin, Sultan Bah Dim dipercaya bertemu dengan para pemimpin jin penjaga alam. Mereka bukan jin sembarangan, melainkan makhluk gaib yang sejak zaman nenek moyang diberi tugas menjaga sumber air, hutan, dan gunung. Namun belakangan, kekacauan di dunia manusia – penebangan hutan, pencemaran sungai, dan tambang ilegal – ikut mempengaruhi keseimbangan alam jin.
Sultan Bah Dim datang untuk menjalin perjanjian damai:
-
Jin-jin penjaga alam berjanji tidak akan mengganggu manusia yang hidup selaras dengan alam.
-
Sebaliknya, Sultan Bah Dim berkomitmen memimpin masyarakatnya agar tidak merusak hutan dan sungai.
-
Jin-jin itu juga diminta membantu menjaga sumber mata air agar tetap bersih dan lestari.
Perjanjian ini dilakukan melalui ritual doa yang panjang. Sultan Bah Dim membaca ayat-ayat suci, dzikir, dan mantera adat Sunda kuno yang diwarisi para ajengan. Konon, saat ritual berlangsung, muncul cahaya biru kehijauan membentuk lingkaran di sekeliling mereka, menandakan hadirnya para penguasa jin.
π️ Perjalanan Kembali ke Dunia Nyata
Menjelang azan subuh, ritual selesai. Sultan Bah Dim dan rombongan kembali ke jalan semula. Begitu melangkah keluar dari jalur hutan, udara berubah lagi, burung-burung kembali bersuara, dan kabut perlahan menghilang. Mereka naik kembali ke kolbak terbuka dan pulang dalam diam.
Namun para saksi melihat sesuatu yang berbeda pada wajah Sultan Bah Dim. Ia terlihat semakin teduh, matanya memancarkan wibawa yang lebih besar. Seolah perjalanan ke Negeri Jin memberinya energi dan hikmah baru. Patih Jumro mencatat, sejak hari itu Sultan Bah Dim semakin gencar mengajak masyarakat menjaga lingkungan. Ia sering mengingatkan bahwa alam bukan hanya dihuni manusia, tetapi juga makhluk lain yang ikut bertanggung jawab menjaga keseimbangannya.
π Dampak Perjalanan Mistis Ini
Setelah perjalanannya ke Negeri Jin di Jahim Kuningan–Ciamis, Kesultanan Tangtung Buana semakin kuat dalam program pelestarian lingkungan. Program-program pelestarian hulu cai, sawah dan huma, sungai dan danau, gunung, hutan, dan lautan dilaksanakan lebih terorganisir.
Banyak pengikut percaya bahwa sebagian kekuatan spiritual Sultan Bah Dim bersumber dari restu gaib para penjaga alam. Dukungan masyarakat adat pun semakin besar. Mereka merasa memiliki pemimpin yang tidak hanya memikirkan dunia, tetapi juga akhirat dan keseimbangan kosmos.
Kisah ini kemudian menjadi legenda hidup yang dituturkan turun-temurun. Bagi masyarakat, cerita Sultan Bah Dim memasuki Negeri Jin adalah simbol bahwa perjuangan menjaga alam bukan hanya tugas manusia, tetapi juga bagian dari kesepakatan kosmis antara dunia manusia dan dunia gaib.
π Pesan Moral untuk Generasi Mendatang
Kisah ini mengandung pesan mendalam:
-
Pemimpin sejati bukan hanya mengurus manusia, tetapi juga menghormati alam dan seluruh penghuninya.
-
Menjaga lingkungan adalah tugas spiritual, bukan sekadar urusan teknis.
-
Keselarasan antara manusia, alam, dan makhluk gaib adalah kunci ketenteraman hidup.
Sultan Bah Dim menunjukkan bahwa keberanian sejati adalah berani masuk ke wilayah tak terlihat demi kemaslahatan banyak makhluk. Ia mengajarkan bahwa kerendahan hati, doa, dan komitmen menjaga alam adalah jalan menuju keberkahan.
π Sumber Resmi
Cerita-cerita tentang Sultan Bah Dim dan Kesultanan Tangtung Buana dapat dibaca di:
https://kesultanantangtungbuanaa.blogspot.com/
No comments:
Post a Comment