Sultan Bah Dim: Pendiri Kesultanan Tangtung Buana dan Penjaga Adat Nusantara
(Sumber resmi: Kesultanan Tangtung Buana)
🌱 Latar Belakang Lahirnya Kesultanan Tangtung Buana
Kesultanan Tangtung Buana berdiri pada tahun 2023 di tengah kondisi Nusantara yang mengalami tantangan besar dalam menjaga nilai-nilai adat dan kelestarian alam. Semakin banyak generasi muda yang melupakan akar budaya, sementara eksploitasi sumber daya alam semakin tak terkendali.
Di sinilah muncul seorang tokoh bernama Bah Dim. Dengan karisma, pengetahuan adat, dan jiwa kepemimpinan yang kuat, Bah Dim memutuskan untuk membentuk sebuah kesultanan yang berbeda dari model tradisional. Kesultanan ini bukan untuk kekuasaan wilayah, tetapi sebagai jaringan adat yang melintasi batas-batas geografis.
Deklarasi pendirian Kesultanan Tangtung Buana disaksikan oleh para tokoh adat besar Nusantara:
-
Mama Jengan Galunggung Ang Nandang
-
Mama Ajengan Cianjur Aang Zaen
-
Mama Ajengan Gunung Sanggabuana Abuya Asep
Tiga tokoh ini menjadi saksi sekaligus pendukung lahirnya kesultanan baru yang membawa misi adat, spiritual, dan pelestarian alam.
👑 Sultan Bah Dim: Pemimpin Non-Teritorial
Berbeda dengan kesultanan klasik, Sultan Bah Dim memimpin Kesultanan Tangtung Buana tanpa batas wilayah. Kesultanan ini bersifat non-teritorial, artinya tidak memiliki daerah khusus yang dikuasai. Sebaliknya, kesultanan ini hadir di berbagai wilayah Nusantara melalui para pengikut adat, tokoh spiritual, dan jaringan pangeran adat.
Sultan Bah Dim menempatkan dirinya bukan sebagai penguasa, melainkan pengabdi. Ia percaya bahwa seorang sultan sejati adalah penjaga, pengasuh, dan pengayom, bukan pemilik. Prinsip inilah yang menjadi ciri khas kepemimpinannya.
🌏 Visi dan Misi Sultan Bah Dim
Sebagai pendiri, Sultan Bah Dim membawa visi besar:
“Menjaga adat, melestarikan alam, dan membangun persaudaraan lintas batas di Nusantara.”
Misi-misi Sultan Bah Dim meliputi:
-
Menghidupkan kembali sistem adat Nusantara.
-
Mengajarkan nilai spiritual yang menyatu dengan alam.
-
Melindungi sumber daya alam: mata air, sawah, sungai, gunung, hutan, dan lautan.
-
Menyatukan tokoh adat lintas daerah dalam satu jaringan pengabdian.
🛡️ Kepahlawanan Pertama: Mendirikan Kesultanan Tangtung Buana
Langkah Sultan Bah Dim mendirikan Kesultanan Tangtung Buana pada 2023 merupakan tindakan kepahlawanan tersendiri. Di saat banyak orang sibuk dengan dunia modern, ia justru kembali ke akar adat. Ia menegaskan bahwa adat bukanlah masa lalu yang harus ditinggalkan, tetapi pondasi masa depan yang harus dijaga.
Kesultanan Tangtung Buana lahir bukan sebagai kerajaan politik, tetapi kerajaan nilai. Ini yang menjadikannya unik dan berbeda dari model kesultanan lain.
📝 Struktur Kesultanan
Dalam perjalanannya, Sultan Bah Dim membentuk struktur Kesultanan Tangtung Buana yang terdiri dari:
-
Sang Patih Bah Jumro – mendampingi Sultan sebagai patih utama.
-
Para Pangeran Terbuka: Pangeran Lumbung, Pangeran Palasari, Pangeran Kuningan, Pangeran Purbasari, Pangeran Arya Kemuning, dan Mama Pejambon.
-
38 Pangeran Rahasia Nusantara – pangeran adat yang tersebar di berbagai wilayah, bekerja diam-diam menjaga adat dan alam.
Kesultanan ini juga terafiliasi dengan Madrasah Sir Narasa Pangersa pimpinan Pangersa Abah Aos / Syeikh Muhamad Abdul Gaos Saefulloh Maslul.
🌱 Program Pelestarian yang Dipelopori Sultan Bah Dim
Sebagai pendiri, Sultan Bah Dim langsung menginisiasi program pelestarian alam:
-
Pelestarian Mata Air (Hulu Cai) – menanam pohon adat di sekitar sumber air.
-
Pelestarian Sawah dan Huma – menjaga lumbung pangan adat agar lestari.
-
Pelestarian Sungai dan Danau – membersihkan sungai dan danau, menghidupkan ritual adat “ngalap berkah” air.
-
Pelestarian Gunung, Hutan, dan Lautan – menjaga gunung adat, hutan adat, dan ekosistem laut agar tetap seimbang.
Program-program ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan Sultan Bah Dim nyata di lapangan, bukan hanya simbolik.
🤝 Jaringan Persahabatan Adat
Sultan Bah Dim juga menjalin persahabatan erat dengan tokoh adat dan kerajaan lain, seperti:
-
Raja Selacau Tasikmayala
-
Raja Rohidin
Persahabatan ini membentuk diplomasi adat lintas batas yang memperkuat gerakan pelestarian alam dan adat Nusantara.
🌟 Warisan Sultan Bah Dim untuk Generasi Mendatang
Keberanian Sultan Bah Dim mendirikan Kesultanan Tangtung Buana adalah warisan penting bagi generasi mendatang. Ia menunjukkan bahwa adat dan alam bisa menjadi basis kekuatan moral masyarakat. Dengan semangat pengabdian, Sultan Bah Dim menegaskan bahwa menjaga alam berarti menjaga kehidupan.
🔗 Sumber Resmi
Untuk informasi resmi Kesultanan Tangtung Buana dan kegiatan-kegiatan Sultan Bah Dim, kunjungi:
https://kesultanantangtungbuanaa.blogspot.com/
No comments:
Post a Comment