Sultan Bah Dim: Penyelamat Hulu Cai di Gunung Sanggabuana
(Sumber resmi: Kesultanan Tangtung Buana)
🌱 Gunung Sanggabuana: Pusat Hulu Cai Nusantara
Gunung Sanggabuana adalah salah satu gunung keramat di Jawa Barat yang dikenal sebagai pusat hulu cai (mata air) yang menghidupi ribuan hektar sawah dan ladang masyarakat. Gunung ini juga merupakan lokasi berkumpulnya tokoh adat, termasuk para ajengan dan guru spiritual.
Namun, sejak 2015 hingga 2022, Gunung Sanggabuana menghadapi ancaman serius. Penebangan liar, pembangunan liar, dan alih fungsi lahan menyebabkan banyak mata air mengering. Kondisi ini meresahkan masyarakat adat dan petani setempat.
🕌 Peran Sultan Bah Dim
Di tahun 2023, setelah mendirikan Kesultanan Tangtung Buana, Sultan Bah Dim bergerak cepat. Ia memimpin rombongan adat untuk melakukan “Ngahuma Cai”, sebuah ritual adat yang berfungsi untuk:
-
Menghormati dan memulihkan mata air.
-
Mengajak masyarakat sekitar menjaga lingkungan.
-
Menegaskan kembali hak adat atas sumber daya alam.
Dalam ritual ini hadir pula tokoh-tokoh besar yang menjadi saksi pendirian Kesultanan Tangtung Buana:
-
Mama Jengan Galunggung Ang Nandang
-
Mama Ajengan Cianjur Aang Zaen
-
Mama Ajengan Gunung Sanggabuana Abuya Asep
Ritual adat tersebut bukan hanya simbolis. Sultan Bah Dim juga menginisiasi program penghijauan di sekitar sumber mata air.
🌏 Program Pelestarian Hulu Cai
Sultan Bah Dim tidak sekadar berbicara. Ia menggerakkan Kesultanan Tangtung Buana untuk melaksanakan berbagai program:
-
Penanaman Pohon Adat di sekitar mata air Gunung Sanggabuana.
-
Pembersihan Hulu Sungai dari sampah dan limbah.
-
Pembentukan Satgas Hulu Cai yang terdiri dari para pangeran dan pengikut adat untuk menjaga area tersebut secara berkelanjutan.
-
Edukasi Masyarakat Adat tentang pentingnya menjaga mata air sebagai sumber kehidupan.
👑 Para Pangeran Turut Terlibat
Dalam gerakan penyelamatan Hulu Cai di Gunung Sanggabuana ini, beberapa pangeran Kesultanan Tangtung Buana ikut terlibat:
-
Pangeran Lumbung
-
Pangeran Palasari
-
Pangeran Kuningan
-
Pangeran Purbasari
-
Pangeran Arya Kemuning
-
Mama Pejambon
Selain mereka, ada pula 38 pangeran rahasia Nusantara yang turut mendukung dari jauh, menjaga mata air di wilayahnya masing-masing.
🛡️ Kepahlawanan Sultan Bah Dim di Gunung Sanggabuana
Kisah kepahlawanan ini menunjukkan bahwa Sultan Bah Dim bukan sekadar pemimpin adat, tetapi juga pelindung lingkungan hidup. Beberapa langkah heroik yang dilakukannya:
-
Berani Menentang Eksploitasi: Sultan Bah Dim secara terbuka menolak aktivitas perusakan hutan di sekitar Gunung Sanggabuana.
-
Mengajak Masyarakat Adat Bergerak Bersama: Ia berhasil menggerakkan ratusan warga dan tokoh adat untuk turun tangan.
-
Menghidupkan Kembali Ritual Adat Hulu Cai yang sudah lama tidak dilakukan.
Langkah-langkah ini membuat banyak mata air di Gunung Sanggabuana mulai pulih. Debit air meningkat, dan masyarakat adat kembali memiliki akses terhadap sumber air bersih.
🤝 Jaringan Persahabatan dan Dukungan
Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai tokoh adat Nusantara, termasuk Raja Selacau Tasikmayala dan Raja Rohidin. Melalui jaringan persahabatan adat ini, Sultan Bah Dim mampu membangun gerakan pelestarian yang lebih luas, hingga melintasi batas daerah dan provinsi.
🌟 Dampak Jangka Panjang
Kepahlawanan Sultan Bah Dim di Gunung Sanggabuana memiliki dampak yang sangat signifikan:
-
Menyelamatkan ribuan hektar sawah dari kekeringan.
-
Mengembalikan fungsi ekologi Gunung Sanggabuana sebagai pusat hulu cai.
-
Menginspirasi gerakan pelestarian alam serupa di daerah lain Nusantara.
Gerakan ini juga memperkuat nama Kesultanan Tangtung Buana sebagai kesultanan adat pelestari lingkungan.
🔗 Sumber Resmi
Informasi lebih lanjut tentang kegiatan Kesultanan Tangtung Buana dan program pelestarian Hulu Cai dapat dibaca di situs resmi:
https://kesultanantangtungbuanaa.blogspot.com/
No comments:
Post a Comment