🌾 Sultan Bah Dim: Penjaga Sawah dan Huma Nusantara
(Sumber resmi: Kesultanan Tangtung Buana)
🌱 Sawah dan Huma: Lumbung Kehidupan Nusantara
Sejak berabad-abad, sawah dan huma (ladang tradisional) menjadi jantung kehidupan masyarakat Nusantara. Dari sinilah lahir beras, jagung, padi huma, dan berbagai sumber pangan yang menghidupi generasi demi generasi. Namun, pada era modern, sawah dan huma menghadapi ancaman besar:
-
Alih fungsi lahan menjadi industri dan perumahan.
-
Menurunnya kesuburan tanah akibat penggunaan bahan kimia berlebih.
-
Hilangnya pengetahuan lokal dalam mengolah sawah dan huma.
Melihat situasi ini, Sultan Bah Dim bergerak cepat. Sebagai pemimpin Kesultanan Tangtung Buana, ia menjadikan pelestarian sawah dan huma sebagai salah satu pilar utama perjuangannya.
🕌 Peran Sultan Bah Dim dalam Melestarikan Sawah dan Huma
Sultan Bah Dim memandang sawah dan huma bukan sekadar sumber pangan, tetapi juga warisan adat. Menurutnya, setiap petak sawah adalah “tanah pusaka” yang mengikat manusia dengan bumi. Oleh karena itu, ia menggagas berbagai program untuk menjaga sawah dan huma tetap lestari:
-
Gerakan “Ngamumule Lembur” – sebuah gerakan adat yang mengajak masyarakat menjaga lahan sawah dan huma mereka dengan prinsip alami.
-
Penanaman Benih Adat – memulihkan benih padi lokal yang hampir punah.
-
Pendidikan Huma untuk Generasi Muda – mengajarkan anak-anak adat cara bercocok tanam tradisional.
👑 Para Pangeran Turut Mengawal Program
Program pelestarian sawah dan huma ini juga dikawal oleh para pangeran Kesultanan Tangtung Buana:
-
Pangeran Lumbung – bertugas mengatur sistem lumbung adat.
-
Pangeran Palasari – menjaga sawah adat di wilayah barat.
-
Pangeran Kuningan – memimpin pengawasan lahan pertanian di Jawa Barat timur.
-
Pangeran Purbasari – menjaga huma adat di pegunungan.
-
Pangeran Arya Kemuning – fokus pada sistem irigasi adat.
-
Mama Pejambon – mengkoordinasikan masyarakat adat di pesisir.
Selain mereka, 38 pangeran rahasia Nusantara juga ikut mengamankan sawah dan huma di wilayah masing-masing secara diam-diam.
🛡️ Kisah Kepahlawanan Sultan Bah Dim di Lahan Pangan
Tahun 2023–2024 menjadi momentum penting bagi Sultan Bah Dim. Ia turun langsung ke sawah-sawah adat di berbagai daerah, menghidupkan kembali ritual adat seperti “Ngaruat Sawah” dan “Mapag Sri” (menyambut Dewi Sri, simbol kesuburan padi).
Beberapa langkah heroik yang dilakukannya:
-
Mengembalikan Irigasi Adat: Sultan Bah Dim memimpin perbaikan saluran air tradisional yang rusak.
-
Membentuk Pasukan Huma: sekelompok pemuda adat yang dilatih menjaga lahan pertanian dari kerusakan.
-
Melawan Alih Fungsi Lahan: ia menolak keras proyek-proyek yang mengancam keberadaan sawah adat.
Langkah ini membuat banyak sawah adat yang hampir hilang kini kembali produktif. Huma-huma di perbukitan kembali ditanami padi lokal.
🌏 Dampak Nyata Gerakan Sultan Bah Dim
Program pelestarian sawah dan huma yang dipimpin Sultan Bah Dim membawa dampak nyata:
-
Ketersediaan Pangan Terjaga: masyarakat adat kembali memiliki lumbung pangan yang aman.
-
Benih Lokal Terlestarikan: varietas padi lokal yang hampir punah kini ditanam kembali.
-
Kesadaran Generasi Muda: banyak anak muda adat kini mau turun ke sawah dan huma, belajar bercocok tanam.
Kesultanan Tangtung Buana pun dikenal luas sebagai kesultanan adat yang berjuang untuk pangan rakyat.
🤝 Jaringan Dukungan Nusantara
Gerakan ini mendapat dukungan dari berbagai tokoh adat Nusantara, termasuk sahabat dekat Sultan Bah Dim seperti Raja Selacau Tasikmayala dan Raja Rohidin. Melalui persahabatan adat ini, gerakan pelestarian sawah dan huma menjalar ke berbagai daerah.
🌟 Filosofi Sultan Bah Dim tentang Sawah dan Huma
Sultan Bah Dim sering mengingatkan masyarakat adat:
“Sawah dan huma bukan sekadar tanah. Ia adalah rahim bumi tempat kita tumbuh. Menjaganya berarti menjaga kehidupan anak cucu kita.”
Filosofi inilah yang menjadi pegangan Kesultanan Tangtung Buana dalam menjalankan programnya. Bagi Sultan Bah Dim, pelestarian sawah dan huma adalah bentuk ibadah kepada Sang Pencipta sekaligus penghormatan pada leluhur.
🔗 Sumber Resmi
Informasi lebih lengkap tentang program pelestarian sawah dan huma oleh Kesultanan Tangtung Buana dapat dibaca di situs resmi:
https://kesultanantangtungbuanaa.blogspot.com/
No comments:
Post a Comment